Laman

Jumat, 15 Januari 2016

Occam Razor & Alexiou Principle in Forensic Digital

Pada postingan kali ini kita akan membahas tentang  2 Prinsip ilmu sciences yang diterapkan terhadap keilmuan forensik digital. Seperti yang kita ketahui bersama (atau ada yang belum tahu) , forensik digital merupakan cabang dari keilmuan komputer yang juga sekaligus merupakan cabang dari keilmuan forensik. Di forensik digital , memungkinkan adanya penggunaan ataupun penggabungan metode dan ilmu science secara umum.
2 prinsip keilmuan sciences umum yang akan kita bahas adalah Occam Razor dan Alexiou Principle. Kita akan membahas bagaimana keterhubungan 2 prinsip ini terhadap penerapannya di Forensika digital beserta contohnya pada sebuah kasus.

1. Occam Razor Principle
Occam Razor merupakan sebuah prinsip dasar keilmuan ilmiah modern yang di rumuskan oleh seorang filsuf asal Inggris, William Occam. Dalam bentuk aslinya prinsip ini berbunyi : " Nunquam ponenda est pluralitas sin necesitate" yang berarti bahwa Entitas tidak boleh dikalikan melampaui dari kebutuhan. Kemudian prinsip tersebut dirumuskan menjadi 2 prinsip yaitu
Petama,
" Given two models with the same generalization error, the simpler one should be preferred because simplicity is desirable in itself"

Kedua,

Given two models with the same training-set error, the simpler one should be preferred because it is likely to have lower generalization error.

Rumusan tersebut terus dikaji kebenarannya oleh para ilmuwan dan peneliti, sampai pada akhirnya rumusan pertama yang masih bisa dipakai kebenarannya hingga saat ini. Prinsip Occam Razor pertama tersebut dapat digunakan dalam pencarian barang bukti, dimana kita melakukan eksaminasi terhadap barang bukti dengan 2 metode, tools ataupun model yang berbeda, jika memiliki hasil yang sama , maka metode yang paling sederhanalah yang paling baik.

Berkaca dari prinsip Occam Razor maka dalam penerapan forensika digitalnya, software yang saya gunakan dalam ujicoba kali ini adalah Network Miner, dikarenakan kesederhanaan penggunaannya daripada software Wireshark yang lebih rumit.


2. Alexiou Principle
Alexiou Principle adalah sebuah prinsip pencarian barang bukti yang dibuat oleh Michael Alexiou, Chief Operating Officer CyTech Services, Inc, Washington D.C., Amerika Serikat. Beliau mengemukakan 4 buah pertanyaan yang dijadikan prinsip dan dapat dijadikan panduan dalam proses investigasi pencarian barang bukti, diantaranya yaitu :
§  What question are you trying to answer?
§  What data do you need to answer that question?
§How do you extract that data? 
§  What does that data tell you?

Ke-empat pertanyaan tersebut dijadikan dasar bagi para penyidik dalam menyelesaikan sebuah kasus. Keempat pertanyaan tersebut harus terjawab secara maksimal dan benar sehingga sebuah kasus dapat dipecahkan secara tuntas. Prinsip-prinsip tersebut membimbing seorang penyidik/investigator forensik digital untuk menetapkan langkah-langkah, prosedur dan report dari sebuah analisa kasus.
Selanjutnya adalah menerapkan Prinsip Occam Razor dan Prinsip Alexiou kedalam sebuah contoh kasus kejahatan cyber. Kasus yang akan kita bahas disini adalah kasus Ann Skips Bail yang telah dibahas pada mata kuliah Uji Forensik dan Bukti Digital, kasus tersebut berasal dari sebuah situs kontes forensik digital pada alamat : http://forensicscontest.com/2009/10/10/puzzle-2-ann-skips-bail. .

What question are you trying to answer?
Point pertama dari prinsip Alexiou adalah "apa sajakah yang akan dicoba untuk dijawab?"
Dibawah ini merupakan daftar pertanyaan yang terdapat didalam kasus Ann Skips Bail, yaitu :
§  What is Ann’s email address?
§  What is Ann’s email password?
§  What is Ann’s secret lover’s email address?
§  What two items did Ann tell her secret lover to bring?
§  What is the NAME of the attachment Ann sent to her secret lover?
§  What is the MD5sum of the attachment Ann sent to her secret lover?
§  In what CITY and COUNTRY is their rendez-vous point?
§  What is the MD5sum of the image embedded in the document?
 
What data do you need to answer that question?
Point kedua adalah, "Data apakah yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan tersebut?" Data yang dibutuhkan adalah berupa file packet capture aktivitas network Ann yang dilakukan oleh An Bails yang berupa sebuah file dengan nama “evidence02.pcap“.

How do you extract that data?
Point ketiga adalah "Bagaimana cara yang harus dilakukan dalam mengekstrak data tersebut?" Cara yang dilakukan dalam bahasan kali ini adalah dengan menggunakan sebuah tools Network Miner pada Sistem Operasi Ubuntu.

Dibawah ini merupakan screenshoot dari software Networ Miner 1.6.1



What does that data tell you?
Point ke-empat adalah, "Data apa sajakah yang terdapat dari hasil ekstrasi ?"
Data-data yang didapatkan dari hasil ekstraksi adalah data-data yang dapat menjawab 8 pertanyaan yang sebelumnya telah di list pada point pertama. Yaitu :

§       What is Ann’s email address?
Apakah alamat email dari Ann's
Dari Network Miner kita bisa melihat bahwa alamat email Ann's adalah sneakyg33k@aol.com . Perhatikan kotak biru yang saya tandai pada screenshoot dibawah ini



§  What is Ann’s email password? Password dari email Ann's adalah : 558r00lz

  
§  What is Ann’s secret lover’s email address?
Alamat email dari Kekasih rahasia Ann's adalah : mistersecretx@aol.com


§  What two items did Ann tell her secret lover to bring?
2 Barang yang Ann's perintahkan agar dibawa oleh kekasih rahasiannya adalah : Paspor palsu dan baju renang (fake passport and a bathing suit)


§  What is the NAME of the attachment Ann sent to her secret lover?
Lampiran/ attachment email yang Ann's kirimkan kepada kekasih rahasianya adalah sebuah file dokumen dengan nama : secretrendezvous.docx


§  What is the MD5sum of the attachment Ann sent to her secret lover?
Kode MD5sum dari attachment Ann's yang dia kirim kan kepada kekasih rahasianya adalah : 9e423e11db88f01bbff81172839e1923


  
§  In what CITY and COUNTRY is their rendez-vous point?
Tempat mereka berdua akan bertemu adalah di kota Plaza del Carmen , negara Meksiko. File ini terdapat didalam file dokumen yang di-attach oleh Ann's


§  What is the MD5sum of the image embedded in the document?
Md5sum dari file image yang ditambahkan terhadap file dokumen yang Ann's kirimkan adalah


Pendekatan 5W+1H
Setelah menjawab semua pertanyaan berdasarkan Prinsip Alexiou, kita akan menerapkan Prinsip 5W+1H pada kasus Ann's Bail Skip ini. Adapun Prinsip 5W +1H adalah singkatan dari What, When, Where, Who , Why, dan How.

What
Pertanyaan What memiliki arti adalah " Kasus apa yang sedang terjadi" , Kasus yang terjadi adalah perginya seorang Corporate Spy , Ann Dercover yang sebelumnya telah pernah ditangkap polisi namun dibebaskan dengan jaminan. Kemudian Ann Dercover menghilang begitu saja, dan kepolisian melakukan monitoring terhadap aktivitas Ann dan diketahui bahwa ia berkomunikasi dengan kekasih rahasianya sebelum menghilang.

When
Pertanyaan When memiliki arti adalah " Kapan waktu terjadinya kasus tersebut?"
Berdasarkan analisa lalu lintas jaringan Ann. Ann merencanakan untuk pergi dan menghilang pada tanggal 10 November 2009 , dan komunikasi awal antara Ann dan kekasihnya terjadi pada pukul 08:34:08 PM

Where
Pertanyaan where, bisa saja memiliki arti " Dimana kasus itu terjadi " dan " Dimana kemungkinan tersangka berada"
dari analisa paket jaringan yang ada, tidak diketahui dimana Ann saat melakukan komunikasi dengan kekasihnya , namun dari file Attach yang dikirimkan Ann kepada kekasihnya , didapatkan informasi dari sebuah gambar peta yang merupakan lokasi pertemuan mereka nantinya di Playa Del Carmen, Mexico

Who
Pertanyaan Who berarti " Siapa pelaku" , " Siapa yang terlibat" yang mengindikasikan kepada orang/subjek dari investigasi. Dari hasil analisa paket jaringan yang ada, terjadi komunikasi antara Ann's dengan alamat email : sneakyg33k@aol.com dengan kekasihnya yang beralamatkan email : mistersecretx@aol.com

Why
Pertanyaan Why adalah motif ataupun alasan terjadinya sebuah kasus, dalam hal ini Ann's memiliki motif bahwa ia tidak ingin ditangkap kembali jika diputuskan bersalah oleh Pengadilan

How
Pertanyaan ini adalah "bagaimana terjadi nya sebuah kasus, atau modus operandi dari kasus tersebut", Dalam kasus Ann's ini , ia menghubungi kekasih rahasia via email untuk pergi melarikan diri bersama dan bertemu disebuah tempat yang informasinya ia kirimkan melalui sebuah file attachment seperti yang direncanakan Ann's .

Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa penerepan Prinsip Occam Razor dan Alexiou membantu seorang penyidik dalam menentukan langkah-langkah dalam penemuan barang bukti dalam menyelesaikan sebuah kasus. Penerapan prinsip ini mempermudah seorang penyidik dalam membentuk sebuah kerangka penyelesaian sebuah kasus. Adanya point-point pertanyaan yang harus terpenuhi oleh penyidik membuat proses investigasi menjadi lebih terstruktur dan terprosedurkan dengan benar dan mampu menjawab pertanyaan dari konsep 5W+1H.

Sekian pembahasan dari saya, semoga bermanfaat. Salam forensika digital :)


Referensi :
Domingos, P., Ehrenfeucht, A., Haussler, D., & Warmuth, M. K. (1999). The role of Occam's Razor in Knowledge Discovery Volume 4, 409-425.
Puzzle #2: Ann Skips Bail. (2009). Retrieved December 9, 2015, from http://forensicscontest.com/2009/10/10/puzzle-2-ann-skips-bail
The digital standard: The alexiou principle [Web log post]. (2009). Retrieved December 9, 2015, from http://thedigitalstandard.blogspot.com/2009/06/alexiou-principle.html


Cybercrime Black Market

Pada postingan saya kali ini, saya ingin membahas tentang Cybercrime Black Market. Kita semua sudah tidak asing dengan kata Black Market alias transaksi penjualan secara ilegal. Biasanya barang yang dijual di black market adalah barang hasil selundupan sehingga terbebas dari pajak. Lalu bagaimana dengan cybercrime black market?
Dalam konteks secara harfiah kegiatan cybercrime black market hampir sama dengan Black market secara konvensional, yang berbeda adalah barang yang di perdagangkan dalam cybercrime black market biasanya dalam bentuk informasi , data dan juga file-file digital lainnya. dalam transaksi cybercrime black market juga terjadi bukan karena alasan untuk menghindari pajak namun item tersebut memang merupakan hasil dari sebuah kejahatan cyber.

Pelaku cybercrime black market

Didalam cybercrime black market juga terdapat beberapa profesi yang terlibat secara profesional dan memiliki peran masing-masing. Dibawah ini merupakan tabel Profesi para pelaku Cybercrime Black Market yang terlibat didalamnya : 

No
Profesi
Fungsi
1
Programmers
Membuat exploit dan malware untuk melakukan kejahatan cyber
2
Distributor
Menukar dan menjual semua data hasil curian
3
Tech Expert
Memelihara infrastruktur TI perusahaan criminal, termasuk server, enkripsi, database dan sejenisnya
4
Hackers
Mencari dan mengeksploitasi aplikasi, system , dan celah jaringan
5
Fraudster
Membuat dan meyebarkan berbagai skema social engineering (rekayasa sosial).
6
Hosted system Providers
Menyediakan host yang aman dari situs dan konten terlarang
7
Cashier
mengendalikan rekening ,nama , dan akun untuk biaya.
8
Money mules
Sebagai perantara transfer antar bank. Biasanya pelajar yang belajar di negara lain dan membuka akun bank.
9
Tellers 
Bertanggung jawab untuk transfer dan pencucian uang yang sah melalui mata uang digital dan mata uang yang berbeda
10
Organisation Leaders
Biasanya orang-orang tanpa ketrampilan teknis. Merekrut tim dan menentukan target.


Cara kerja Cybercrime black market :
Proses kegiatan dari cyber crime black market berbeda dengan black market konvensional, dikarenakan transaksi dilakukan secara online dengan barang yang tidak memiliki wujud secara fisik. Berdasarkan sumber dari (Bull Guard, n.d.) berikut ini adalah cara kerja dari cyber crime black market :

1.      Pelaku menciptakan malware untuk merusak keamanan internet pengguna untuk menemukan target
Setiap munculnya virus, tojan, malware, worm, bot dan sejenisnya biasanya ada proses bisnis yang sedang direncanakan oleh pemiliknya untuk tujuan tertentu. Ketua tim jaringan kejahatan bekerja sama dengan programernya untuk mengembangkan malware yang akan digunakan  untuk masuk kejaringan (scammer) dan bekerja menjadi spam serta melakukan phising. Lalu Malware melakukan penyebaran dengan menipu korban melalui email dan media sosial (Facebook, YouTube, MySpace, Twitter, dll). Selanjutnya setelah malware masuk kedalam computer korban, malware akan bekerja dengan melakukan pencurian data rahasia si korban, informasi akan di kirimkan dan disimpan ke hacker untuk dijual pada sebuah server. Informasi yang dapat diambil dapat berupa rincian kartu kredit, akun dan password bank, password, identisas korban dll.
2.      Promosi komoditas online illegal.
Pasar gelap sanagat kompetitif. Disini penjahat cyber mempromosikan barang kesesama penjahat lalu mendemokan, memberikan jaminan layanan, bahkan diskon besar-besaran agar menarik dimata pelanggan
3.      Proses Penjualan
Proses penjualan yang terjadi dipasar gelap online adalah sebagai berikut :
a.       Menghubungi para penjual melalui obrolan chat maupun email untuk melakukan negosiasi harga
b.      Menggunakan tonko online yang ada untuk mendistrobusikan barang yang akan dijual
c.       Menetapkan metode pembayaran. Salah satu metode pembayaran yang sering diigunakan adalah western union.
d.      Menanyakan kepada pelanggan jika ada product yang tidak dapat digunakan. Misalnya nomor kartu kredit tidak valid dll.
4.      Pencucian uang
Setelah pelaku mendapatkan data korban. Pelaku menjual data tersebut kesesorang. Pelaku tidak menyimpannya bahkan tidak menggunakannya untuk dirinya sendiri melainkan dijualnya ke balck market atau di distribusikan ke end-user. Mengapa tidak ia gunakan sendiri? Alasannya adalah untuk meminimalisir resiko pelacakan, karena dengan banyak nya perantara maka akan semakin sulit untuk dilacak. Setelah informasi tersebut sampai di pasar, maka ‘reseller’ lah yang kan menjualnya. Penawaran yang terjadi di pasar gelap menggunakan metode khusus untuk melakukan transaksi.


Harga Produk di Black Market
Ada banyak product yang djual di black market, beberapa contoh produk yang dijual menurut Panda Security 2010 diantaranya adalah :


Tips menghindari Black Market
Pencurian data informasi dan akun biasa saja terjadi tanpa kita sadari bias dari tetangga, teman, keluarga, diri sendiri dan bahkan pengguna internet lainnya. Apakah tips yang harus dilakukan untuk menghindari dan mengurangi resiko dari pencurian data?
a.       What to do (Sadar apa yang harus dilakukan)
ü  Simpan semua data pribadi ditempat yang aman
ü  Waspada ketika melakukan pembayaran apapun melalui kartu (pastikan ketika membayar dengan kartu, kartu selalu dalam pandangan.
ü  Simpan penerimaan dan membandingkan dengan laporan di bank, untuk mendeteksi sesuatu yang janggal.
ü  Periksa pernyataan kartu kredit dengan hati-hati.
ü  Mengingat password, jangan ditulis di komputer, dan atau buku. Sebaiknya password tidak terkait dengan nama orang tua, orang dekat, dan tanggal ulang tahun.
ü  Install Antivisrus dan Firewall pada computer yang digunakan. Jangan lupa untuk selalu update antivirus secara berkala.
ü  Memnutup semua sesi internet di setiap browser yang digunakan. Lakukan clear  history dan cookies pada computer.
b.      Why not to do (Menyadari apa yang tidak harus dilakuakan)
ü  Jangan pernah memberikan bahkan meminjamkan kartu kredit  kepada orang lain.
ü  Jangan memberikan tanda tangan dikertas yang kosong
ü  Jangan pernah memberikan user akun atau password melalui telepon atau menuliskannya dalam draft yang tersimpan diinternet.
ü  Jangan merespon email, popups, internet messaging, yang tidak jelas.
ü  Jangan menggunakan kartu debit untuk transaksi online. Sama seperti kartu kredit.
c.       What to do if you have fallen victim (yang harus dilakukan jika telah menjadi korban penipuan)
ü  Hubungi call center bank jika kartu kredit atau atm anda menjadi target penipuan.
ü  Segera blokir kartu dan hentikan pembayaran lalu ganti kartu dan password yang digunakan.

Demikianlah pembahasan tentang cybercrime black market, semoga dapat menambah wawasan dari rekan-rekan sekalian. :)

Referensi :

Panda Security. (2014). The Cyber Crime Black Market. Retrieved from http://www.pandasecurity.com/mediacenter/src/uploads/2014/07/The-Cyber-Crime-Black-Market.pdf